Pupus

Teman terbaikku adalah ketenangan, disaat diri ini mengeluh dan merasa keadaan hidup tak berpihak kepada ku. Semua harapan itu seakan sirna namun kucoba untuk berada pada posisi keimanan yang tegak karena ku yakin Tuhan merasa diri ini masih sangat kuat untuk di uji.

Luapan emosi kadang menjadi jalan utama untuk mengekspresikan nya, tapi itu tak masalah bagiku, emosi boleh saja asal jangan merugikan diri sendiri dan orang lain...

Walaupun harapan itu sudah letak kan jauh di pulau seberang, tapi silih berganti pupus itu datang dan pupus baru mulai lagi.

Oooohhh Kenyataan dunia rill, skenario menarik berayun ayun sampai pada puncak kenikmatan tertinggi.

Dan kekecewaan akhirnya ku luapkan pada kenikmatan dunia mohon ampunan tuhan atas bobroknya moralitas goyahnya iman.

Kalaulah impian itu kita letakkan pada tingkat yang tertinggi maka jangan lemahkan diri untuk menggapainya.("ini lah spirit yang ku tetap kutanamkan dalam diri").

Comments

Popular posts from this blog

Menjemput Ridho Illahi 09 Mei 2018

Esensi (hakikat) dan Eksistensi (adanya) Seorang Mahasiswa.

Mengulas Billy Putra Malingga