Esensi (hakikat) dan Eksistensi (adanya) Seorang Mahasiswa. Objek yang akan kita bahas adalah Mahasiswa. Sebelum lebih jauh berpandangan seharusnya kita berfilsafat terlebih dahulu mengenai esensi dan Eksistensi seorang Mahasiswa. Menurut Thomas Aquinas seorang filsuf abad pertengahan (1225 -1274 Masehi) selain teori hylemorfisme "Materi dan bentuk" yang di gagas oleh Aristoteles, ada struktur lain berupa esensi dan eksistensi yang terdapat pada segala sesuatu yang diciptakan. Apa itu esensi dan eksistensi ...? Esensi merupakan hakikat atau inti sari dari eksistensi (yang ada). Contoh Mahasiswa esensi nya adalah orang yang belajar di perguruan tinggi dan eksistensinya adalah sebagai mahasiswa dia berprestasi baik dibidang akademi maupun non akademik. Esensi dan eksistensi mahasiswa memang selalu berkaitan karena fungsi mereka sebagai agen of change,of sosial control,moral stok dan iron stok. Ketika Mahasiswa itu menyadari hakikat dan keberadaan nya, tentu lah dia a...
K etika dimasa sulit, kita coba membuat kebun yang luas dengan harapan memiliki hasil panen yang melimpah, saat ku kelelahan dan berkeringat kau berikan sentuhan tangan untuk menghapusnya, saat dirimu haus dan kepanasan ku ambilkan air untuk melepaskan dahagamu. Tetapi keadaan itu cukup memberatkan bagimu,,, sampai turunlah hujan yang sangat lebat hingga menenggelamkan kebun-kebun yang ada. Aku coba bertanya,,,,,? Apakah kamu kecewa dengan apa yang terjadi saat ini,,,? jawabnya tidak.! karena, aku yakin dan percaya padamu. Ketika air sudah mulai surut kami mencoba lagi untuk membenahi yang ada,,, ternyata dengan perasaan sedih dan pilu sangat menyakitkan. Lebih sulit membuat dari awal dari pada melanjutkan yang ada. NAMUN saya harus meyakinkan pada dirinya harapan itu tetap ada tidak akan hilang/sirna. Hari demi haripun berlalu sampailah pada saat tanaman sedang tumbuh dengan subur..!!! dan TERNYATA hujan lebat disertai angin kencang kembali merusak yang ada. Keadaan ini ...
Khittah Perjuangan merupakan paradigma gerakan atau manhaj yang merupakan penjelasan utuh tentang pilihan ideologis, yaitu prinsip-prinsip penting dan nilai-nilai yang dianut oleh HMI sebagai tafsir utuh antara azas, tujuan, usaha dan independensi HMI. Definisi ini merupakan kelanjutan dan pengembangan dari berbagai tafsir azas yang pernah lahir dalam sejarahnya. Tercatat bahwa sejak didirikanya di Yogyakarta pada tanggal 14 Rabiul Awal 1366 H atau 5 Pebruari 1947 M, HMI pernah memakai sejumlah tafsir azas seperti; tafsir azas HMI (1957), Kepribadian HMI atau Citra Diri (1963), Garis-garis Pokok Perjuangan (1967) dan Nilai-nilai Dasar Perjuangan (1969). Dokumen-dokumen tersebut merupakan tafsir terpisah dari tafsir tujuan dan independensi. Sebagai paradigma gerakan, penafsiran terpisah antara azas, tujuan dan independensi mengandung kecacatan karena suatu paradigma gerakan yang kokoh harus merupakan kesatuan utuh antara landasan, tujuan dan metodologi mencapai tuju...
Comments
Post a Comment